Selasa, 08 November 2011

Contoh Kasus Prinsip Etika Profesi, Prinsip Integritas dan Prinsip Obyektivitas Kasus KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono yang diduga menyuap pajak



September tahun 2001, KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono harus menanggung malu. Kantor akuntan publik ternama ini terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia sebesar US$ 75 ribu. Sebagai siasat, diterbitkan faktur palsu untuk biaya jasa profesional KPMG yang harus dibayar kliennya PT Easman Christensen, anak perusahaan Baker Hughes Inc. yang tercatat di bursa New York.

Berkat aksi sogok ini, kewajiban pajak Easman memang susut drastis. Dari semula US$ 3,2 juta menjadi hanya US$ 270 ribu. Namun, Penasihat Anti Suap Baker rupanya was-was dengan polah anak perusahaannya. Maka, ketimbang menanggung risiko lebih besar, Baker melaporkan secara suka rela kasus ini dan memecat eksekutifnya.

Badan pengawas pasar modal AS, Securities & Exchange Commission, menjeratnya dengan Foreign Corrupt Practices Act, undang-undang anti korupsi buat perusahaan Amerika di luar negeri. Akibatnya, hampir saja Baker dan KPMG terseret ke pengadilan distrik Texas. Namun, karena Baker mohon ampun, kasus ini akhirnya diselesaikan di luar pengadilan. KPMG pun terselamatan.

Analisis:

Kasus KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono juga melibatkan kantor akuntan publik yang dinilai terlalu memihak kepada kliennya. Pada kasus ini, prinsip- prinsip yang dilanggar yaitu antara lain prinsip integritas. Akuntan yang telah berusaha menyuap untuk kepentingan klien seperti pada kasus di atas dapat dikatakan tidak jujur dan tidak adil dalam melaksanakan tugasnya. Selain prinsip tersebut, akuntan juga telah melanggar prinsip obyektivitas hingga ia bersedia melaukan kecurangan. Di sini terihat bahwa ia telah berat sebelah dalam memenuhi kewajiban profesionalnya.

Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional, integritas mengharuskan seorang anggota untuk antara lain bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa.

Obyektivitas adalah suatu kualitas yag memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota, prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur, secara intelektual, tidak berprasangka, serta bebas dari benturan kepentingan atau berada dibawah pengaruh pihak lain.

Sumber : http://keluarmaenmaen.blogspot.com/2010/11/beberapa-contoh-kasus-pelanggaran-etika.html
Readmore »

Sabtu, 04 Juni 2011

Langkah - langkah berdagang di bursa saham


Saham, merupakan satu dari sekian banyak pilihan investasi. Semakin diminati oleh semua kalangan, bahkan telah merambah mahasiswi sampai ibu rumah tangga. Akses yang semakin mudah, menjadi sarana bagi siapa saja untuk bisa turut bermain saham dimana saja. Ada beberapa cara atau langkah – langkah agar anda bisa berdagang di bursa saham yaitu :
1. Menjadi Nasabah di Perusahaan Sekuritas
Yang pertama menyiapkan sebuah fotokopi KTP dan NPWP, lalu anda diminta untuk mengisi dan menandatangani dokumen pembukaan rekening diatas materai 6000, dan yang berisi informasi tentang identitas lengkap anda, nomor kontak, nomor rekening bank, tujuan investasi, jumlah setoran, ahli waris dan informasi lainnya.
2. Pemesanan Saham
Setelah melakukan langkah yang pertama, anda sudah bisa melakukan pemesanan jual atau beli.
3. Transaksi Berhasil
Pada langkah ini, pesanan anda bertemu dengan harga yang sesuai,dan tercatat sebagai transaksi yang telah sukses.
4. Forced Sell
Jika anda mengalami keterlambatan bayar atas pembelian sejumlah saham yang telah berhasil,biasanya sekuritas memberikan solusi forced sell yaitu menjual saham secara paksa pada harga terbaik.
5. Penyelesaian Transaksi
Langkah terakhir ini yaitu menyelesaikan proses antara lain digunakan untuk kliring, pemindahbukuan dan sebagainya.
Readmore »

Tips Pintar Membelanjakan Uang



Berikut adalah tips agar Anda tetap pintar membelanjakan uang :

1. Mendahulukan kebutuhan dibandingkan keinginan

2. Buat daftar belanjaan sebelum berangkat ke pusat perbelanjaan

3. Bawa uang tunai secukupnya untuk menghindari diri Anda dari belanjaan yang tidak masuk daftar belanja

4. Makanlah terlebih dahulu sebelum pergi berbelanja

5. Batasi waktu belanja

6. Pikirkan berkali – kali untuk barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan

7. Manfaatkan program promo dan diskon untuk membeli barang – barang yang memang Anda butuhkan

Itulah tips cerdas membelanjakan uang agar keuangan tetap aman dan Anda pun tidak akan mengalami tagihan menumpuk. Untuk urusan belanja, Anda mesti sepintar mungkin dan tidak boleh kalap!!!
Readmore »

Mengapa Perempuan Harus Menabung ???


Menabung??? Bisa tidak yah,,upss sudah saatnya kita mulai memikirkkan tabungan, paling tidak kita punya dana darurat yang sewaktu - waktubisa kita gunakan bila perlu. Ada beberapa alasan mengapa perempuan harus menabung yaitu :

1. Biaya kesehatan perempuan lebih tinggi di banding laki - laki

2. Gaji utuh yaitu biasanya gaji perempuan lebih kecil di banding gaji laki - laki, mengapa demikian karena laki - laki dianggap sebagai kepala keluarga

3. Sering pindah kerja, tak jarang perempuan lebih sering pindah kerja di banding laki - laki

4. Umur lebih panjang, data statistik menunjukkan bahwa umur perempuan lebih panjang di banding laki - laki berarti kita membutuhkan dana yang lebih banyak untuk masa yang akan datang

5. Perempuan mendapat warisan hanya 1/3, memang perempuan mendapat warisan lebih kecil di bandingkan laki – laki

Nah, kalau Anda sudah menemukan berbagai alasan utuk menabung, kenapa tidak mulai menabung dari sekarang??? Hmm,, ayo lah kita menabung untuk diri kita sendiri dan masa depan.
Readmore »

Senin, 28 Maret 2011

HISTORY OF TOEFL


HISTORY OF TOEFL

TOEFL stands for Test Of English as a Foreign Language. The TOEFL was introduced in the 1960ies by ETS — Educational Testing Services. Now, almost 800,000 people take the TOEFL exam every year worldwide.You probably know that a growing number of universities and colleges offer courses and academic study programs in English so if you want to enrol in one of them you must have a good command of the English language. This is where the TOEFL comes into play. It is the most widely used academic English proficiency test in the world. Thousands of colleges and universities use the TOEFL to test and evaluate the English language competency of their students and academic personnel.In addition, many government agencies, sponsoring institutions and other authorities require TOEFL scores.

The TOEFL test measures English language proficiency in these three disciplines: reading, listening and writing. In most regions of the world you can take the TOEFL on a computer (CBT: Computer-Based Test) somewhere near your home. In areas with limited access to computer-based testing facilities you can take a paper-and-pencil version of the test.

BACKGROUND TOEFL

Based in Washington, DC, Center for Applied Linguistics (CAL) is a nonprofit organization committed to researching the relationship between language and culture Founded in 1959, the first director was Charles A. 1921-1998 Ferguson, who has been given a similar program in the Middle East and taught as a professor at Harvard University. Ferguson guided the center to develop practical solutions to apply language and literacy concerns of international and national government. One of Ferguson's initial project is to develop tests that will measure the command language that ESL (English-as-a-Second-Language) students and government employees. Ferguson and fellow researchers developed applied linguistics TOEFL test during the first five years, CAL. In 1964, the first official TOEFL test taken at the center. Development Since the late 1960s, the TOEFL test has been administered by the Educational Testing Service (ETS), an organization of international testing standards. This test is used to measure proficiency (proficiency) English speaking person in the academic context. Thus, this test is used for academic purposes, such as admission requirements for admission or scholarship recipients.

TOEFL test was first introduced by the ETS is the Paper Based Test (PBT) - TOEFL and the most commonly known by the Indonesian community is the Institutional Testing Program (ITP) - TOEFL with scale values 310-677. However, in many places, especially in Indonesia manjamur institutions offering TOEFL test-LIKE / EQUIVALENT at reasonable cost, where the problems incurred test is the TOEFL test questions are copied from various sources. Institutions such as these, of course not a formal institution recognized by the ETS, so that certificates issued doubt the validity and credibility, especially to the Foreign Affairs. Therefore, then ETS developed the TOEFL Test system into Computer Based Test (CBT) - TOEFL. Where direct test questions displayed on the computer screen and immediately worked on the computer. Now, ETS has renewed the TOEFL Test with Next Generation (NG) - TOEFL or also called Internet Based Test (iBT) - TOEFL. In contrast to the PBT and CBT - TOEFL, ETS speaking skill enter into NG-TOEFL test format and structure skills meld into all skills tested, namely Reading, Listening, Speaking and Writing. Problems NG-TOEFL test be downloaded directly from ETS, New Jersey, so the way the process any online or connected indirectly with the ETS through the Internet.

Pendapat

Pendapat saya tentang toefl adalah test bahasa Inggris yang diciptakan dan dikembangkan oleh ETS (Educational Testing Service) di New Jersey, Diperkenalkan tahun 1960 oleh ETS - Educational Testing Services. TOEFL juga merupakan standardisasi kemampuan bahasa inggris seseorang secara tertulis (de jure) yang meliputi empat aspek penguasaan : membaca, mendengar, menulis dan berbicara. Toefl juga penting bagi semua orang yang ingin mampelajari lebih dalam tentang bahasa inggris. Test ini digunakan untuk mengukur kecakapan berbahasa Inggris seseorang dalam konteks akademis. Pemahaman terhadap Toefl juga sangat penting guna memasuki dunia kerja ataupun ingin mendaftar di universitas yang menggunakan Toefl. Pemahaman yang memadai tentang Toefl juga membuat link kita semakin luas dan semakin berkembang.
Readmore »

TUKERAN LINK